Butternut Squash secara Hidroponik.
Tanaman labu kuning berasal dari Ambon (Indonesia). Ada lima spesies labu yang umum dikenal, yaitu Cucubita maxima Duchenes, Cucurbita ficifolia Bouche, Cucurbita mixta, Cucubita moschata Duchenes, dan Cucurbita pipo L. Kelima spesies cucurbita tersebut di Indonesia disebut labu kuning (waluh) karena mempunyai ciri-ciri yang hampir sama.
Buah labu kuning berbentuk bundar pipih, lonjong, atau panjang menggunakan poly alur (15-30 alur), rasa buah hambar sedikit anggun. Ukuran pertumbuhannya cepat sekali, mencapai 350 gram per hari.
Klassifikasi Tanaman Butternut Squash / Labu Madu:
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Cucurbitales
Familia : Cucurbitaceae
Genus : Cucubita
Spesies : Cucubita moschata Duch
Tidak hanya lezat , butternut squash pula cocok sebagai kuliner pendamping buat hidangan utama seperti kalkun, daging babi, atau daging sapi. Anda sanggup memasak labu dengan beberapa cara, beberapa di antaranya merupakan dipanggang secara tertutup, dipanggang secara terbuka, dan dihaluskan, dibentuk soup.
Proses semai bibit dalam dasarnya sama dengan tumbuhan lain, semai di rockwool sampai berdaun 4 dan siap pindah ke pot menggunakan media Clay pebble, khusus buat tanaman Butternut Squash maximal EC bisa mencapai EC 2.0 , tergantung kondisi suhu & kelembapan jua, kelembapan yang disaranin antara 50%-75%.
Apabila terlihat pada pinggiran daun gosong / hangus, secepatnya diturunkan nilai EC nya.
Pemilihan bibit dan penyemaian :
1. Pilihlah benih dengan varietas F1 dan cocok dengan kondisi lingkungan
dua. Lihat tanggal produksi dan masa kadarluarsanya
3. Rendam terlebih dahulu bibit ke pada air bersih selama 12 jam
4. Tiris & tutup menggunakan plastik agar lembab
lima. Biarkan 2x24 jam
6. Bila sudah timbul calon akar segera dijemur sinar matahari eksklusif


Teknik penanaman butternut squash secara hidroponik persis sama menggunakan teknik nanam melon, bedanya di butternut squash nir perlu pada pangkas batang daun, biarkan menjulur lantaran setiap ketiak batang daun akan timbul akar mini menjadi tambahan asupan nutrisi menurut asal lain, jadi tumbuhan mendapatkan dua asal nutrisi, dari tandon nutrisi AB Mix, & menurut batang akar yang menjalar pada tanah, hasilnya lebih optimal buat berukuran buah lebih akbar, kekurangan nya adalah membawa hama & penyakit dari tanah jika dibiarkan menjalar keluar area yg ditentukan.
Menggunakan nutrisi AB Mix spesifik Melon menggunakan kandungan rasio Kalium & Kalsium lebih tinggi, dibandingkan tumbuhan Melon, Butternut Squash lebih gampang dibudidayakan.
Untuk saat ini saya memakai teknik EBB & Flow ( Sistem Pasang Surut).
Merupakan sistem yang membiarkan tanaman terendam akarnya sementara sistem ini menggunakan timer untuk menentukan waktu, kapan air akan menggenang.
Multiflow Hydroponic System
Kelebihan menggunakan sistem EBB & Flow :
1. Tanaman mendapat suplai air, oksigen, dan nutrisi secara periodik
2. Suplai oksigen lebih baik karena terbawa air pasang dan surut
3. Mempermudah perawatan karena tidak perlu melakukan penyiraman
4. Kualitas nutrisi dan pH air nutrisi lebih stabil, suhu lebih terkontrol
5. Hemat listrik : 1 hari 17x pasang surut selama 20 menit
6. Menggunakan media Clay pebble

Isilah sebanyak mungkin Clay pebble ke dalam pot, jangan terlalu "pelit" karena semakin banyak clay pebble semakin bagus pertumbuhan akar, saya pernah membandingkan pertumbuhan tanaman tomat dengan clay sedikit dan clay banyak, hasil pertumbuhannya sangat berbeda, untuk saat ini per pot saya memakai 6 liter clay sebagai media tanam.
Siapkan penurun pH - H3PO4 (asam phospat) jika pH air nutrisi tinggi.
Kekurangan paparan sinar matahari akan berpengaruh ke pertumbuhan bunga, akan lebih banyak bunga jantan yang muncul dibandingkan bunga betina.
Calon bunga betina
Bunga Jantan
Calon buah berwarna kekuningan, tanda akan membusuk
Calon buah rusak
Calon buah sempurna
Hama dan penyakit tanaman Butternut Squash persis sama dengan tanaman Melon :
1. Powdery Mildew
2. Downy Mildew
3. Layu Bakteri
4. Leaf Miner
5. Kumbang daun (oteng oteng)
6. Aphids
7. Thrips
8. Kutu Kebul
9. Tungau / Spider Mites
10. Ulat Grayak

Panen buah HST 75 - HST 80
Sistem tanam Konvensional
Semoga bermanfaat.....
Belum ada Komentar untuk "Butternut Squash secara Hidroponik."
Posting Komentar