Media Tanam Hidroponik

Media tanam hidroponik adalah material atau bahan non tanah bersifat "Inert" yang digunakan sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya akar tanaman. Media tanam hanya berfungsi sebagai penopang agar tanaman dapat berdiri tegak dan tidak mudah roboh.
Media tanam "Inertdanquot; adalah media tanam yg nir menyediakan unsur hara misalnya halnya tanah, media tanam wajib steril dan tidak mengandung unsur organik.
Hidroponik adalah budidaya tanaman tanpa memakai media tanah namun memanfaatkan media Inert. Media ini sudah diberi asupan unsur hara sesuai kebutuhan flora.

Beberapa persyaratan media tanam hidroponik adalah :


1. Tidak mensugesti larutan nutrisi : pH netral , ppm/EC kecil
2. Mempunyai pori pori yang baik, bisa menyimpan oksigen
3. Tidak menyumbat sistem pengairan


Beberapa media tanam yang direkomendasi sang penulis :


A. Perlite dan Vermiculite.


Baik Perlite maupun Vermiculite memiliki fungsi yang sama, keduanya adalah lapisan mineral silica yang sudah mengalami proses pemanasan pada suhu yg tinggi. Pemanasan tersebut telah mengakibatkan mineral mengalami pengembangan misalnya dalam jagung (pop corn).


Perlite: bahan yang steril porositas tinggi yang mampu menyerap air dalam jumlah banyak dengan cepat serta mudah dikeringkan.





Vermiculite digunakan untuk meningkatkan volume, drainase dan aerasi dari media perakaran.





Mana yang lebih mengagumkan?
Keduanya sama-sama cantik & lebih mengagumkan lagi bila disatu padukan.
Perlite memiliki lebih poly menyimpan nutrisi yang diharapkan tumbuhan serta drainase lebih baik. Sedangkan Vermiculite memiliki kelebihan dalam kelembaban lebih baik dan dapat menahan lebih poly kalium, kalsium & magnesium






Semai dengan media Perlite + Vermiculite





B. Clay Pebble / Expanded Clay / Leca


LECA (Lightweight Expanded Clay Aggregate) atau disingkat menjadi Expanded Clay. Apabila diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, LECA dapat diartikan kurang lebih sebagaiKerikil Tanah Liat Yang Memuai.


Harap diperhatikan, anda jangan pribadi berpikir tanah liat apa saja dapat dirubah menjadi Expanded Clay. Hal ini dikarenakan pembuatan Expanded Clay memerlukan tanah liat menggunakan komposisi khusus yg sudah ditetapkan. Selain itu pada Expanded Clay nir boleh mengandung zat-zat yang berbahaya atau yang bisa menghipnotis tanaman . Proses pembuatan Expanded Clay jua memerlukan suhu tinggi sampai 1.200 derajat celcius.


Dengan bentuk yang bulat, LECA adalah media tanam yang sangat  porous dan mampu menyediakan oksigen yang cukup bagi akar tanaman, pori pori pada LECA berfungsi untuk menyerap air nutrisi bagi tanaman dan LECA bisa dipakai berulang ulang sehingga menghemat media tanam.








C. Hydrocorn.


Hydrocorn merupakan produk clay pebble aggregates menggunakan bentuk nir beraturan. Bentuk tidak beraturan menurut media hidroponik ini berfungsi untuk memudahkan cengkraman akar dalam media. Memiliki tingkat penyerapan air tinggi sebagai akibatnya tidak mudah terapung sebagai akibatnya juga cocok buat Aquaculture. Tersedia dalam berukuran 8-16 mm.


Perbedaan menggunakan Hydro Clay Pebble merupakan hydrocorn memiliki bentuk yg nir beraturan berbentuk misalnya jagung brondong (popcorn). Bentuk tidak beraturan ini bukannya nir mempunyai arti, bentuk ini mempunyai fungsi spesifik.



Selain itu hydrocorn jua memiliki lebih poly pori dibandingkan hydro/hydroton. Pori ini berfungsi buat menunda air sebagai akibatnya cocok buat pelaksanaan hidroponik yg membutuhkan poly air.


Spesifikasi Hydrocorn & manfaatnya akan kami jelaskan di bawah ini:


Bentuk Tidak Beraturan. Bentuk media yang tidak beraturan ini mempermudah akar buat mencengkeram bagian atas media. Rambut akar akan bermunculan dalam akar tanaman tadi sehingga akan mempermudah penyerapan nutrisi juga air.
Memiliki lebih banyak pori dibandingkan Hydro atau Hydroton. Dengan pori yg lebih banyak ini menyebabkan tingginya penyerapan air sebagai akibatnya tidak mudah mengapung.


Sangat cocok buat sistem hidroponik pasang surut (ebb and flow), sistem rakit apung (Deep Water Culture, DWC), & sistem tetes (drip).





Kelebihan Hydrocorn lainnya merupakan:


1. Sangat terkenal pada Eropa
2. Produk diimpor berdasarkan Belanda dan protesis Eropa
tiga. Memiliki sertifikasi RHP menurut Belanda
4. Tidak mengandung logam berat, zat berbahaya maupun bibit penyakit (pathogen)
5. Dapat dipakai kembali (Reusable)
6. Menyediakan media yg aman & stabil buat pengakaran
7. Memiliki nilai CF (Conductivity Factor) alamiah yg rendah
8. Mempercepat pertumbuhan akar yg ditimbulkan banyaknya oksigen pada bagian akar
9. Dapat digunakan dalam lapisan atas (topdress) tanah ataupun serabut kelapa (coco) buat mencegah penguapan
10. Dapat dicampur langsung dengan tanah, serabut kelapa (coco) atau media non tanah lainnya buat menaikkan drainase air.


Hydrocorn menggunakan sertifikasi RHP



Hydrocorn untuk sistem tanam Organik : HydroCoco media hidroponik gabungan Hydrocorn Dengan Coir. Tentunya para pembaca sudah mengetahui manfaat dari Coconut Fibre (Coir) yang juga dikenal sebagai sabut kelapa.


Produk HydroCoco 60/40 berdasarkan Gold Label ini adalah campuran 60% Hydrocorn berukuran 8 mm - 16 mm menggunakan 40% Coconut Fibre. Campuran buat ini adalah gugusan yang sangat baik bagi flora hidroponik anda.



Secara singkat, keuntungan menurut media hidroponik Hydrocorn dengan bentuknya yg unik adalah menyediakan permukaan yg bisa dengan mudah dicengkram sang akar dan menyediakan udara yg cukup buat akar. Sedangkan keuntungan dari media hidroponik Coco Coir memudahkan pergerakan aksi kapiler air & nutrisi sehingga mudah diserap akar. Media HydroCoco ini menggabungkan keunggulan dari 2 macam media hydroponik sebagai satu!! Kombinasi dari 2 media ini menaikkan aksi kapiler, memacu pertumbuhan dari akar serta mengurangi frekuensi penambahan air bila dibandingkan dengan hanya menggunakan clay pebble saja.


Mengapa memakai produk media hidroponik HydroCoco 60/40 menurut Gold Label?





Keunggulannya bisa ditinjau berikut adalah:


1. Menggunakan serabut kelapa (coconut fibre) berkualitas terbaik.
Serabut kelapa yang dipakai berasal berdasarkan pedalaman & bukan menurut tepi pantai. Hal ini dikarenakan serabut kelapa yang tumbuh di tepi pantai mengandung zat garam yg sangat tinggi yang nir bisa berkurang walaupun telah dilakukan pencucian berulang kali. Dengan memakai kelapa yang dari dari pedalaman, mengklaim kadar garam pada serabut kelapa (coir) nir akan tinggi.


2. Dipanggang memakai bahan bakar yg nir mengandung logam berat (heavy metal) sehingga media ini nir mengandung zat berbahaya yg bisa diserap flora.


3. Memiliki tunjangan profesi produk hortikultur RHP menurut Belanda & dinyatakan sebagai media dengan tingkat food-grade.


4. Media yang paling tepat untuk sistem hidroponik pasang surut (ebb and flow). Media ini juga cocok untuk sistem Wilma (Wilma System) dan  sistem lainnya dari IWS (Intelligent Watering System).


Lima. Meningkatkan pertumbuhan koloni bakteri menguntungkan mycorrhizae and trichoderma.



D. Akadama


Volcanic Akadama berasal berdasarkan batuan gunung berapi yang berongga berguna buat menyimpan pupuk & mengalirkan air sehingga tidak tergenang / aliran.


Nama Akadama merupakan berdasarkan bahasa Jepang " bola merah " , semenjak jaman dulu seringkali dipakai sebagai media tanam flora unik & bernilai jual tinggi misalnya bonsai dan anggrek, namun kini ini media tadi pula dipakai sebagai media Hidroponik khususnya tumbuhan butir misalnya Melon, Cabe, Terong, Tomat.


Volcanic Akadama sangat dipuji oleh banyak penanam atau petani karena kemampuannya buat menunda air & nutrisi pupuk & jua menaruh kerenikan (penyerapan) sehingga air bisa mengalir dengan baik dan nir membusukkan akar / Aerasi.








E. Rockwool


Rockwool merupakan galat satu media tanam yang banyak digunakan oleh para petani hidroponik. Media tanam ini mempunyai kelebihan dibandingkan dengan media lainnya terutama pada hal perbandingan komposisi air & udara yg bisa disimpan sang media tanam ini.


Rockwool terbuat menurut bebatuan, umumnya kombinasi berdasarkan batuan basalt, batu kapur, & batu bara, yang dipanaskan mencapai suhu 1.600 derajat Celcius sehingga meleleh menjadi seperti lava, pada keadaan mencair ini, batuan tadi disentrifugal menciptakan serat-serat. Setelah dingin, gugusan serat ini dipotong dengan berukuran yang sinkron dengan kebutuhan.


Pada pertanian, rockwool bisa dipakai buat banyak sekali kebutuhan mulai dari tahap persemaian hingga pada fase produksi. Keungulan pemanfaatan rockwool sebagai media tanam yaitu:


1. Ramah lingkungan
2. Tidak mengandung patogen penyebab penyakit
tiga. Mampu menampung air sampai 14 kali kapasitas tampung tanah
4. Dapat meminimalkan penggunaan disinfektan
lima. Dapat mengoptimalkan kiprah pupuk.



F. Sekam Bakar.


Salah satu media tanam yang banyak digunakan untuk berbagai macam tipe tanaman adalah sekam bakar. Sekam adalah kulit luar biji padi yang telah dilepas dan dibuat dari pembakaran tak sempurna atau pembakaran parsial sekam padi.  Sekam bakar atau arang sekam banyak digunakan karena media yang dihasilkan dengan campuran ini bersifat porus, sehingga air dapat mengalir dengan lancar.
Sekam bakar tidak membawa mikroorganisme patogen. Karena proses pembuatannya yang melalui pembakaran sebagai akibatnya relatif steril.


Indonesia merupakan sentral produsen biji padi & otamatis sekam bakar sebagai satu alternatif media tanam yg paling murah dan gampang di bisa.





G. Cocopeat


Cocopeat merupakan media tanam yang terbuat dari sabut kelapa yang telah dihancurkan hingga membentuk butiran-butiran halus. Cocopeat di klaim sebagai media yang memiliki daya serap tinggi, sehingga mampu menyimpan air dalam jumlah banyak. Cocopeat mampu menahan air hingga 73% atau 6-9 kali lipat dari volumenya. Oleh sebab itu, frekuensi  penyiraman pun dapat dilakukan dengan lebih jarang, sehingga lebih bisa menghemat air.


Cocopeat yang telah steril bisa eksklusif digunakan sebagai media tanam. Steril dalam arti disini adalah sudah melalui beberapa kali perendaman dan pencucian menggunakan air, sebagai akibatnya kadar asam, zat tanin (zat anti gizi), fungi, kadar klor yg tinggi, garam dan banyak sekali penyakit yang ada di dalam cocopeat mentah sebagai berkurang.








H. Spon / Busa








Sertifikasi RHP.


RHP ini berakar pada tahun 1950 yang merupakan pusat riset yg menerbitkan peraturan buat pengunaan potting soil. Pusat riset ini bekerja sama dengan pemerintah Belanda dan para pengusaha yg beranjak di bidang ekstrasi bahan baku & pengolahan buat potting soil. Pada tahun 1975,kerja sama ini berujung menggunakan didirikannya Regeling HandelsPotgronden (RHP) yang artinya kurang lebih 'Peraturan Perdagangan Tanah Untuk Pot'. Pada tahun 1986, forum RHP ini diprivatisasi.





Tugas berdasarkan lembaga RHP ini merupakan buat memastikan bahwa semua produk yg telah menerima sertifikasi RHP:


Aman. Mulai dari proses produksi sampai sampai ke tangan pengguna.


Bersih. Produk bebas menurut organisme patogen dan hama (phytosanitary clean) penyebab penyakit.


Bebas Gulma. Semua produk menggunakan sertifikasi RHP bebas berdasarkan gulma.


Pusat Riset/Pengetahuan. Setiap produk telah melewati riset inovatif dikarenakan produk hortikultur yang akan disertifikasi akan menghadapi banyak sekali syarat kualitas yang telah dipengaruhi.


Jaminan kualitas (Quality Assurance). Media yang memiliki sertifikasi RHP telah melewati proses seleksi dengan peraturan yang sangat ketat.


Sertifikasi menurut RHP ini sudah diakui di segala penjuru dunia. Dapat para pembaca lihat, buat mendapatkan tunjangan profesi RHP sangat sulit sehingga seluruh produk yang menerima sertifikasinya sangat dipercaya sang para pecinta hidroponik.


Kami sarankan buat memakai produk media hidroponik dengan sertifikasi RHP!



























































































































































































































































Belum ada Komentar untuk "Media Tanam Hidroponik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel