TDS, EC, PPM, pH - Kekuatan Gizi Dan Pengukuran

Apakah TDS itu?
TDS merupakan singkatan dari Total Dilluted Solids, atau total padatan terlarut. Alat tsb digunakan mengukur jumlah padatan terlarut dalam suatu cairan (air) baik yang berupa non organik (mineral) maupun yg organik.
Dalam hal menyiapkan nutrisi buat tanaman , dengan mengukur TDS, maka dapat diperkirakan kecukupan nutrisi/kepekatan larutan yang disiapkan buat tumbuhan tertentu. Satuan TDS adalah ppm.
Pengukuran nutrisi hidroponik merupakan suatu hal yang mutlak & sifatnya sangat krusial, sebab apabila larutan nir diukur, sanggup jadi tanaman kekurangan nutrisi atau kelebihan yg akan menjadi racun yg dapat membunuh tanaman itu sendiri.

2. Lalu ppm itu apa?
PPM adalah singkatan dari Parts Per Million atau se per satu juta.
Part per million (ppm) adalah galat satu satuan konsentrasi yg menyatakan perbandingan bagian dalam satu juta bagian yg lain. Satuan ini umumnya banyak dipakai pada kimia analisa buat menyatakan satuan konsentrasi senyawa misal banyaknya polutan dalam air sungai atau banyaknya kandungan zat pada air minum.
Perlu diketahui bahwa kebutuhan nutrisi setiap tanaman tidak sama beda, misal sayur lettuce membutuhkan 600ppm - 850ppm, tidak selaras dengan tomat sanggup mencapai 1500ppm - 2500ppm
tiga. Apakah EC itu?
EC merupakan singkatan dari Electro Conductivity, atau daya hantar listrik. Pengukuran yang dilakukan menggunakan metoda Electrical Conductivity, dimana 2 butir probe dihubungkan ke larutan yg akan diukur, lalu menggunakan rangkaian pemprosesan frekuwensi dibutuhkan bisa mengeluarkan output yg memberitahuakn akbar konduktifitas larutan tadi, yang jika dikalikan menggunakan factor konversi maka akan kita dapatkan nilai kualitas air tersebut dalam TDS atau PPM.
Semakin pekat larutan nutrisi maka semakin tinggi daya hantar listriknya atau nilai EC nya, begitu pula sebaliknya apabila nilai EC rendah maka nilai kepekatan nya jua rendah.
Satuan yg digunakan pada indera EC meter adalah mS/centimeter (mili Siemen/cm) atau mmho/centimeter (milli hos/centimeter), tetapi dilapangan poly yg menyebut satuan tadi menggunakan EC saja, misal EC 1 atau EC 3, dst

TDS meter & EC meter sebenarnya memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk mengukur kepekatan suatu larutan nutrisi (nutrisi hidroponik)
Jadi TDS meter mengukur konsentrasi atau jumlah partikel terlarut sedangkan EC meter mengukur nilai konduktivitas nya.
EC meter adalah alternatif dari TDS Meter buat mengukur kepekatan larutan nutrisi
Sehingga dapat disimpulkan bahwa TDS / EC meter adalah suatu alat teknologi yang digunakan untuk mengetahui jumlah zat terlarut (baik itu zat organic maupun anorganic, misal : garam, dll) yang terdapat pada sebuah larutan.

Dari beberapa artikel yang aku baca 1 mS/centimeter atau 1 EC = 500ppm s/d 700ppm, kenapa nomor ppm nya nir pasti ? Sebab setiap TDS meter mengkonversi angka EC yang berbeda beda, ada TDS meter yang mengkonversi 1 mS/cm = 500ppm ada juga yg mengkonversi 700ppm, selisih nomor tadi kadang mampu ditoleransi sang flora kadang ada yg tidak (tergantung jenis tumbuhan)

pH singkatan berdasarkan ? Potential Hydrogen? Yg berarti adalah jumlah konsentrasi ion hidrogen yang bermuatan positif nisbi terhadap ion hidroksil bermuatan negatif dalam suatu zat
Mempertahankan pH yang sempurna dalam sistem Hidroponik akan mencegah reaksi kimia negatif dalam larutan nutrisi
Skala pH berkisar menurut 0 hingga 14. PH 7 adalah pH netral, angka dibawah 7 menampakan senyawa asam dan diatas 7 memberitahuakn senyawa basa

Pengukuran pH larutan nutrisi hidroponik sebagai sangat krusial sebab nilai pH larutan menentukan larut tidaknya unsur mineral (antargonis), jika suatu larutan nutrisi terlalu asam atau terlalu basa, tanaman akan tumbuh nir normal, nilai pH yang ditoleransi sang flora merupakan berkisar pH lima.5 - pH 6.5 dimana pada angka pH tersebut, unsur unsur mineral di pada air dapat larut sempurna & diserap baik oleh akar tumbuhan.
Tabel PPM dan EC khusus Sayuran

Khusus buat tanaman butir, hampir setiap hari terjadi perubahan nilai pH yg significan & kita harus menstabilkan nilai pH tersebut ke batas pH toleransi tumbuhan (pH5.Lima - pH6.Lima), jika nir, pertumbuhan butir kurang optimal.
Salah satu penyebab nilai pH tidak stabil - naik turun merupakan proses absorption / penyerapan dan release / pengeluaran mineral sang akar tanaman yang tidak seimbang yang menyebabkan nilai Cations dan Anions tidak sama (lihat gambar bawah) & ketidakseimbangan pH terjadi waktu flora masuk ke fase dewasa (akar mulai banyak).

Penyebab lain nya adalah suhu semakin tinggi (panas) ketika siang hari, pH air nutrisi akan naik (basa), disarankan tandon nutrisi selalu berada di loka yang adem dan terlindung dari gambaran sinar matahari.Masalah yang ada menurut pH basa / alkaline :
1. Tanaman Kerdil ( pertumbuhan lambat ).
Dua. Tanaman Menguning terutama daun belia
3. Muncul endapan misalnya kapur halus dalam pot, penanaman yg bisa mengakibatkan akar kotor
4. Cenderung poly lumut, yang mengakibatkan kelembaban tinggi sebagai akibatnya kematian persemaian relatif tinggi
Mencegah tandon / box air nutrisi berdasarkan gambaran sinar surya bisa dengan aneka macam cara :
Skala hobi sanggup dengan menggunakan sterofom
Box nutrisi dilapisi aluminium foil
Tandon air skala farm ditanam kedalam tanah
Menurunkan (asam) nilai pH untuk tanaman buah bisa memakai H3PO4 atau Asam Fosfat , sedangkan untuk menaikan (basa) nilai pH bisa memakai KOH atau Kalium Hidroksida
Fosfat cantik buat pembentukan butir walaupun kandungan di dalam H3PO4 sedikit.

Menurunkan (asam) nilai pH untuk tanaman daun / sayur bisa memakai HNO3 atau Asam Nitrat , sedangkan untuk menaikan (basa) nilai pH bisa memakai KOH atau Kalium Hidroksida.
Nitrat cantik buat hijau daun walaupun kandungan pada dalam HNO3 sedikit.

Alternatif lain bisa memakai H2SO4 atau Asam Sulfat , memberikan warna dan aroma buah, daun lebih lentur, lebih tahan serangan penyakit

Kapan anda perlu memerlukan kalibrasi pH meter ?

Jika pertama tidak konfiden tentang nomor yang tertera dalam pH meter anda.
Jika pemakaian setiap hari dengan tempo saat satu bulan maka pH perlu dikalibrasi
Jika anda bekerja dengan larutan yg perbedaannya sangat ekstrem.

Penggunaannya apa dipakai 2-duanya? Tentu saja nir. Kalau digunakan kedua nya terdapat selisih 0,tiga-0,5
Penggunaan yang benar adalah anda bekerja di larutan apa? Jadi kalau anda bekerja di larutan yang bersifat asam gunakan serbuk warna merah. Sedangkan jika anda bekerja pada larutan yang bersifat basa maka anda gunakan serbuk yang berwarna hijau.
Cara penggunaan:
Tentukan dulu larutan apa anda bekerja. Gunakan serbuk dengan larutan sinkron seperti diatas
Larutkan serbuk diatas dengan 250 air ini berarti ada membuat namanya larutan buffer. Arti larutan buffer adalah larutan yang pH nya konstan atau permanen bila anda menambahkan asam kuat atau basa sekalipun.
Gunakan obeng pada paket jual ph meter. Lakukan penyesuaian nilai pH dalam layar sama dengan nilai pH dalam larutan dengan memutar lubang kecil pada belakang digital pH meter anda dengan obeng tersebut.
Saya sendiri lebih senang memakai pH meter merek HM lantaran proses kalibrasi cukup tekan 1 tombol selama lima dtk( tanpa perlu ngulik gunakan obeng ) dan akan keluar pilihan kalibrasi 4 - 7 dan 10, pilih nomor 7 (pH meter tetap pada rendaman larutan buffer 7).
Proffesional pH meter - PH-200 HM

Ozon Generator digunakan untuk mencegah timbulnya lumut dan mikroorganisme patogen pada aliran larutan nutrisi

Semoga berguna...
Belum ada Komentar untuk "TDS, EC, PPM, pH - Kekuatan Gizi Dan Pengukuran"
Posting Komentar